Sidebar Ads

Header Ads

Kepala Sekolah Asal China Ini Di Pecat Gara-gara Menambang Bitcoin

Kepala Sekolah Asal China Ini Di Pecat Gara-gara Menambang Bitcoin
Ilustrasi komputer penambangan koin Kriptokurensi. (miningrigs.online)
INTERNET - Penambangan koin Kriptokurensi memang menjanjikan, karena bisa memberikan keuntungan besar. Banyak orang yang akhirnya hijrah  sebagai penambang koin Kriptokurensi. Namun sebaiknya penambangan koin Kriptokurensi dilakukan di tempat yang tepat. Jangan seperti seorang kepala sekolah yang asal cina ini memanfaatkan fasilitas sekolahan.

Lei Hua, Kepala sekolah SMP Puman di Chenzhou, Hunan, Cina ini ketahuan memakai fasilitas sekolah untuk tempat penambangan koin Kriptokurensi.

Pihak sekolah curiga muncul dari peningkatan biaya listrik sekolahan tersebut. Karena sekolah tersebut mengalami kenaikan  tagihan listrik hingga ratusan dolar AS.

Kepala Sekolah Asal China Ini Di Pecat Gara-gara Menambang Bitcoin

Mesin penambangan koin Kriptokurensi di sekolah. (South China Morning Post)

Setelah dilakukan penyelidikan ketahuan kepala sekolah dan wakil bidang kedisiplinan diam-diam melakukan aktivitas penambangan di sekolahan.
Dilansir dari South China Morning Post(12/11), Lei Hua memindahkan mesin penambang koin miliknya ke salah satu ruang di sekolah tersebut.

Lei Hua telah menghabiskan dana 10.000 yuan atau sebesar Rp 21 jutaan untuk membangun mesin penambangan koin Kriptokurensi tersebut.

Ia sudah melakukan penambangan koin Etherium (salah satu jenis Kriptokurensi) sejak  bulanJuni 2017 lalu,  Ia tidak bisa membayar tagihan listrik sehingga ia memindahkannya ke sekolah.

Di sekolah, ia bisa memakai listrik dan koneksi internet secara gratis. Tentu saja sudah 7 bulan mesin ini beroperasi di sekolah tersebut.

Tidak  tangung-tanggung, Lei Hua membeli lagi tujuh mesin penambangan koin. Ia membuat tagihan listrik di sekolahan melonjak hingga 14.714 yuan atau sebesar Rp 31 jutaan. 

Melihat  apa yang dilakukan kelapa sekolah, Wang Zhipeng, wakil bagian kedisiplinan ikut membeli mesin penambang koin untuk diletakkan di lap fisika.

Mesin-mesin penambangan koin Kriptokurensi ini beroperas 24 jam setiap harinya. Sehingga  hmapir menyebabkan kebakaran dan membuat koneksi internet di kelas jadi lambat.

Guru yang bertanggungjawab pada infrastruktur mulai curiga dan komplain pada tagihan listrik. Namun kepala sekolah ini berdalih menyalahkan penggunaan AC.

Guru lain juga komplain akan suara berisik di kelas saat malam dan koneksi internet yang makin lambat. Hingga pihak berinisiatif  menginvestigasi pada masalah ini.

Akhirnya terungkap kalau adanya mesin penambangan koin Kriptokurensi di sekolah tersebut yang menyebabkan membengkaknya tagihan listrik.

Akibatnya ulah, kepala sekolah dipecat dari jabatannya. Sedangkan untuk Wang mendapatkan peringatan keras atas keberadaan mesin penambangan koin Kriptokurensi tersebut.